ZQSCORE.NEWS – Kelompok suporter Persebaya Surabaya, Bonek menegaskan akan melawan jika laga tim kesayangan mereka melawan Arema FC pada Sabtu (23/9/2023) mendatang tak jadi digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Seperti diketahui, Kementerian PUPR berkirim surat kepada Persebaya yang meminta pengosongan venue Piala Dunia U-17 2023, termasuk GBT.

Pengosongan stadion disebut perlu dilakukan untuk melakukan renovasi.

Namun agenda Persebaya sedianya masih akan menjamu Arema di stadion tersebut pada akhir pekan ini.

Manajemen Persebaya merasa itu alasan yang dibuat-buat. Sebab, Piala Dunia U-17 2023 masih akan dimulai pada 10 November 2023.

Suporter Bonek secara kompak memberi ancaman terkait situasi yang dialami oleh klub kebanggaan mereka itu.

Melalui berbagai akun media sosial, Bonek semua tribune mengirim pesan mengambil sikap tegas.



Di sisi lain, Persis Solo masih bisa menjadi tuan rumah saat menghadapi PSIS Semarang, Sabtu (16/9/2023).
Padahal, Persis menggunakan Stadion Manahan, Solo, yang juga jadi venue Piala Dunia U-17 2023.

Selain Stadion GBT dan Manahan, ada pula Stadion Si Jalak Harupat (Bandung, dan Jakarta International Stadium (Jakarta), yang akan jadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.

Jauh sebelumnya, Manajemen Persebaya dan suporter Bonek yang diwakili oleh empat koordinator tribune, yakni Husin Ghozali (Green Nord), Sinyo Devara (Tribun Kidul), Hasan Tiro (Tribun Timur), dan Erik Wicaksono (Gate 21) mengadakan pertemuan dengan pihak kepolisian di Surabaya, Rabu (6/9/2023) siang,

Insiden Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu memang masih menyisakan trauma bagi pecinta sepak bola. Kini, muncul alasan untuk “menjegal” Persebaya dengan menggunakan Piala Dunia U-17 2023 agar Derbi Jatim tidak digelar di Stadion GBT.

“Persebaya ini tidak sedang terkena sanksi. Stadion GBT juga tidak dipakai. Jadi, tidak ada halangan bahwa Persebaya bisa menjamu Arema di Surabaya. Kami ingin pertandingan ini tetap di kota kami,” kata Husin Ghozali, koordinator Green Nord.

Rivalitas Bonek dengan Aremania memang masih terus menjadi sorotan.
Padahal, Bonek sendiri sudah gencar melakukan kampanye secara terbuka di media sosial untuk mengurangi potensi gesekan dengan Aremania.

“Bonek sudah naik kelas. Tidak perlu ada komentar atau seruan provokatif. Jangan lagi ada ujaran kebencian. Kami yakin Bonek bisa melakukan itu demi sepak bola Indonesia yang lebih baik,” imbuh Husin Ghozali.

Bonek sendiri selama ini banyak menunjukkan perubahan ke arah positif, termasuk menjalin relasi dengan Aremania.

Setelah meletusnya Tragedi Kanjuruhan, Bonek mendatangi Aremania di Kepanjen, Malang, dan mendapat sambutan hangat.

Leave a comment