ZQSCORE.NEWSIsco Alarcon mengakui salah mengambil langkah karena terlalu lama bertahan di Real Madrid. Isco merasa seharusnya meninggalkan Los Blancos ketika menit bermainnya mulai menurun drastis.

Isco meninggalkan Los Blancos pada 2022 lalu dengan status free transfer. Tiga tahun sebelum hengkang, Isco telah kehilangan statusnya sebagai pemain inti dan harus rela menjadi penghangat bangku cadangan.

“Saya tentu berharap bisa mendapat sambutan luar biasa dari suporter Madrid. Real Madrid merupakan klub terpenting dalam karier sepak bola saya,” ujar Isco dilansir dari Diario AS.

“Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik di sana. Tapi, mungkin saya terlalu lama bertahan di Madrid dan seharusnya pergi lebih cepat. Tapi, saya menjadikan pengalaman itu sebagai pembelajaran,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Isco mengaku sudah kemabli menemukan kebahagiaan atas lapangan. Ia merasa menjadi sosok yang lebih tangguh karena berhasil melewati masa-masa sulit selama setahun terakhir.

“Saya kembali mencintai sepak bola. Dalam beberapa tahun terakhir, saya terjebak ke dalam sejumlah situasi sulit. Tapi, saya tidak pernah menyerah.”

“Ketika masih berada di masa-masa sulit, saya bekerja keras secara fisik dan mental agar bisa menunjukkan performa terbaik di atas lapangan. Kini, saya telah mengimplementasikan latihan-latihan itu,” tuntasnya.

Isco saat ini tengah memperkuat Real Betis. Ia selalu tampil sebagai started dalam lima pertandingan di La Liga dan mampu menyabet empat gelar Man of The Match.

Leave a comment